newstribarata.com-DENPASAR, BALI — Dugaan penipuan terhadap calon penghuni kontrakan atau kos kembali menjadi perhatian.
Sebuah tempat kontrakan di wilayah Denpasar, Bali, diduga menawarkan kamar kepada pelanggan, namun setelah pembayaran dilakukan, kamar yang dijanjikan ternyata tidak tersedia.
Kondisi tersebut membuat calon penghuni merasa dirugikan.
Terlebih, informasi mengenai ketersediaan kamar disebut tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Hingga saat ini, tidak ada kamar kontrakan yang benar-benar kosong untuk ditempati.
Calon penyewa diimbau untuk lebih berhati-hati sebelum melakukan pembayaran uang muka atau biaya sewa.
Sebaiknya calon penghuni melakukan survei langsung, memastikan kamar benar-benar tersedia, serta meminta bukti pembayaran dan perjanjian sewa secara tertulis.
Di Denpasar sendiri, kebutuhan terhadap hunian kos dan kontrakan cukup tinggi.
Sejumlah laporan dan diskusi masyarakat menunjukkan bahwa mencari kamar kosong dengan harga terjangkau di Bali memang tidak selalu mudah.
Apabila terdapat pihak yang merasa menjadi korban, bukti percakapan, bukti transfer, iklan, identitas pengelola, serta perjanjian sewa sebaiknya disimpan untuk memperjelas kronologi dan dapat digunakan apabila diperlukan dalam pengaduan kepada pihak berwenang.
Masyarakat juga diharapkan tidak mudah tergiur dengan penawaran kamar yang meminta pembayaran terlebih dahulu tanpa memastikan keberadaan kamar secara langsung.
Kami pihak penyewa meminta pemilik kontrakan untuk bertanggung jawab atas kejadian ini.